Anda sedang disini : Home / Walikota, Menag Luncurkan Gemmar Mengaji (Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji)

Walikota, Menag Luncurkan Gemmar Mengaji (Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji)

| No comment

Menteri Agama menyatakan bahwa Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemmar Mengaji) harus didukung semua pihak karena getakan ini lahir di tengah keprihatinan, yaitu degradasi ahlak di kalangan anak-anak.

Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran atau launching Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemmar Mengaji) di Masjid Dipenegoro, Kantor Balaikota Yogyakarta, Rabu (26/9).

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyudi dalam sembutannya menyambut gembira peluncuran Gemmar Mengaji. Di daerah ini juga dilakukan gerakan mengaji bagi pegawai sebelum bekerja sebagai siar Islam. Diharapkan dengan cara itu umat Islam dapat menjaga kota Yogyakarta dengan doa dan baca Al Quran.

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuono X dalam sambutannya yang dibacakan Kasubag Budi Pekerti dan Kedisiplinan Biro Kesra, Musdianto, juga menyatakan bahwa gerakan mengaji penting untuk membentuk karakter bangsa.

Gerakan ini diharapkan didukung masyarakat Indonesia, katanya.

Pada acara itu nampak hadir Ace Saefuddin, Direktur Diniah dan Pondok Pesantren.

Karena itu, lanjut Menag, pihaknya memberi apresiasi terhadap Walikota Yogyakarta yang menggiatkan Gerakan Mengaji itu. Semua pihak harus mendukung kegiatan ini.

Banyak keuntungan dari kegiatan Gemmar Mengaji. Antara lain, anak-anak akan tercegah dari kegiatan negatif, seperti kebiasaan nonton televisi saat magrib dan nongkrong atau pergi ke mal, katanya.

Gerakan ini lahir di tengah keprihatinan kalangan para pendidik. Banyak seminar membahas hal ini, namun semua pihak sepakat bahwa menanamkan nilai agama melalui lembaga pendidikan dinilai penting.

Sekarang di sekolah dan kampus sering terjadi tawuran. Dengan gerakan itu tentu dapat mencegah karena anak sudah dibentengi ahlak mulia, katanya.

Kalau dulu anak saat magrib belum pulang ke rumah, orang tua cemas. Kalau dulu usai magrib anak tak mengaji, orangtua bertanya-tanya ada apa. Tapi sekarang usai magrib anak pentingkan tayangan televisi atau telpon genggam untuk internetan.

Melalui Gemmar Mengaji, katanya, anak dapat dibimbing ke arah positif. Pihaknya tak ingin generasi mendatang tak hanya pandai, tapi juga berakhlak mulia.

Usai peluncuran Gemmar Mengaji, Menag Suryadharma Ali menjadi iman shaloat magrib. Lantas, dilanjutkan zikir bersama dan ditutup dengan doa.(ant/ess)